Mereka melihat seekor paus abu-abu betina berukuran panjang antara 12 hingga 15 meter. Tak lama kemudian, paus abu-abu betina itu mulai bertindak secara sporadis, sebelum genangan darah muncul di permukaan. Para pengamat khawatir melihat darah itu, karena menduga sebagai serangan hiu.
Namun, kekhawatiran itu sirna ketika melihat seekor anak paus abu-abu naik ke permukaan untuk mengambil napas pertamanya. “Ini sangat menegangkan. Ini adalah penampakan sekali seumur hidup,” kata seorang pengamat perwakilan DWWS.
Induk paus abu-abu memamerkan anaknya yang baru dilahirkan ke permukaan sehingga terlihat jelas. Pada satu kesempatan, induk dan anak paus abu-abu ini berenang di bawah salah satu kapal yang ada di dekatnya.
Anak paus abu-abu yang baru dilahirkan memiliki panjang sekitar 4,5 meter, dengan warna jauh lebih gelap dari induknya. Tampaknya anak paus abu-abu memiliki ekor yang sangat fleksibel sehingga masih sulit untuk berenang.
Induk paus abu-abu memamerkan anaknya yang baru dilahirkan ke permukaan sehingga terlihat jelas. Pada satu kesempatan, induk dan anak paus abu-abu ini berenang di bawah salah satu kapal yang ada di dekatnya. Anak paus abu-abu yang baru dilahirkan memiliki panjang sekitar 4,5 meter, dengan warna jauh lebih gelap dari induknya.
Tampaknya anak paus abu-abu memiliki ekor yang sangat fleksibel sehingga masih sulit untuk berenang. Anak paus abu-abu membutuhkan waktu sekitar 24 jam agar tubuh dan ekornya kuat digunakan untuk berenang. “Induk paus abu-abu memegang anaknya, menopangnya sehingga dapat membantunya untuk menarik napas,” kata Alisa Schulman-Janiger, seorang ahli biologi dari American Cetacean Society.
Paus abu-abu biasanya lebih suka melahirkan di laguna Baja California, Meksiko, yang lebih hangat daripada lautan terbuka. Paus abu-abu betina ini kemungkinan besar sedang bermigrasi ke selatan menuju Baja California dari laut Bering atau Chukchi dekat Alaska.